Ads Top

Pengantar Sosiologi

Pengantar Sosiologi - Sosiologi sebagai ilmu, lahir pada abad XIX. Lahirnya sosiologi berkaitan dengan terjadinya perubahan sosial masyarakat di Eropa Barat pada masa Revolusi Industri (Inggris) dan Revolusi Sosial (Prancis). Adanya revolusi tersebut berdampak pada keharmonisan dalam hubungan antarwarga masyarakat. Terjadi kekacauan dan kesenjangan sosial di antara rakyatnya.
Pengertian Sosiologi
Sosiologi berasal dari kata. Socious: kawan. Logos: kata atau bicara. Ilmu sosiologi adalah ilmu yang mengkaji interaksi manusia dengan manusia lain dalam suatu kelompok. Istilah sosiologi pertama kali dimunculkan oleh Auguste Comte (1798-1857), ahli filsafat bangsa Prancis, dalam bukunya "Course of Positive Philoshophy" (1842). Menurut Auguste Comte, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat. Berarti, obyek kajian sosiologi adalah masyarakat. Auguste Comte dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Bapak Sosiologi Islam adalah Ibnu Khaldun.
Hakikat Sosiologi
  1. Sosiologi termasuk dalam kelompok ilmu sosial.
  2. Sosiologi merupakan disiplin ilmu yang kategoris : membatasi pada apa yang terjadi dewasa ini.
  3. Sosiologi merupakan ilmu murni : mengembangkan ilmu secara teoritis.
  4. Sosiologi bersifat abstrak.
  5. Sosiologi merupakan ilmu yang umum.
Kegunaan Sosiologi
  1. Untuk pembangunan. Sosiologi berguna untuk memberikan data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembangunan.
  2. Untuk penelitian. Dengan penelitian akan diperoleh suatu perencanaan atau pemecahan masalah sosial yang baik.
Metode Sosiologi
Soerjono Soekanto membagi metode penelitian menjadi dua macam yaitu:
Pertama; Metode Kualitatif yaitu menyelidiki obyek masyarakat yang tidak dapat diukur dengan angka-angka atau ukuran lain yang bersifat eksakta.
Kedua; Metode Kuantitatif yaitu menyelidiki obyek masyarakat yang dapat diukur dengan angka-angka.
Ciri-Ciri Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan
Empiris : berdasarkan pengamatan di lapangan.
Teoritis : menyusun abstraksi (kesimpulan) dari hasil pengamatan.
Kumulatif : teori yang ada dikembangkan, diperbaiki, diperluas, dan diperdalam.
Non-etis : tidak mempersoalkan baik buruknya fakta, namun menyajikan fakta apa adanya.

Referensi:
Sunarto, Kamanto. 1993. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit FE – UI.
Richard Osborne & Borin Van Loon. 1996. Mengenal Sosiologi For Beginner. Bandung: Mizan.
Bacaan Lebih Lanjut
BSE Sosiologi Untuk Kelas X SMA dan MA. Vina Dwi Laning.

No comments:

Powered by Blogger.