Ads Top

Sosiologi Sebagai Ilmu


Sosiologi Sebagai Ilmu | Auguste Comte merupakan tokoh yang memelopori lahirnya sosiologi sebagai ilmu yang secara khusus membahas tentang masyarakat. Karena itu, ia disebut sebagai Bapak Sosiologi. Sebelum Comte, sampai abad ke-19 sosiologi masih menjadi bagian dari ilmu filsafat sosial. Dalam perkembangannya kemudian Emile Durkheim memperkenalkan metodologi sosiologi dan istilah sosiologi semakin populer dan diakui sebagai ilmu melalui karya Herbert Spencer dalam bukunya Principles of Sociology.
Istilah sosiologi berakar dari kata socius (bahasa Latin) yang berarti temanı kawan dan logos (bahasa Yunani) yang artinya kata atau berbicara. Secara harafiah, sosiologi berarti ilmu yang membahas masyarakat. Masyarakat merupakan objek sosiologi. Akar kata masyarakat diambil dari bahasa arab musyarak yang berarti 'bersama-sama'. Karena itu sosiologi terfokus pada hubungan atau relasi antarmanusia dan mempelajari proses atau dinamika yang terjadi dalam hubungan tersebut. Berikut unsur-unsur yang terkandung dalam istilah masyarakat.
a. Sekelompok manusia yang hidup bersama dalam tempat yang sama dan waktu yang relatif lama dan membentuk satu kesatuan.
b. Mereka memiliki hubungan antar manusia yang saling mengerti, memahamiı merasakan, dan memiliki harapan yang sama.
c. Terdapat sistem komunikasi dan adanya peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia sehingga tercipta suatu sistem kehidupan bersama.
Berikut pandangan para tokoh sosiologi tentang pokok bahasan ilmu sosiologi.
a. Menurut Emile Durkheimı pokok bahasan sosiologi adalah fakta sosial yakni pola atau sistem yang memengaruhi cara manusia dalam bertindak, berpikir dan merasa. Fakta sosial tersebut berada di luar individü dan mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individü tersebut
b. Menurut Max Weber pokok bahasan sosiologi adalah tindakan sosial yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain.
c. Menurut C, Wright Mills, pokok bahasan sosiologi adalah imajinasi/khayalan sosiologis. Imajinasi sosiologis diperlukan untuk dapat memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia. Dengan imajinasi sosiologis, kita mampu memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antara keduanya. Alat untuk mengukur imajinasi sosiologis adalah personal troubles of milieu.
d. Menurut Peter L. Berger, pokok bahasan sosiologi adalah realitas sosial. Realitas sosial diperlukan seorang sosiolog untuk menyingkap berbagai fenomena dan bukan merupakan sesuatu yang terjadi begitu saja.
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
a. Sosiologi bersifat empiris. Artinya, sosiologi mempelajari masyarakat berdasarkan fakta yang ada, hasil observasi, tidak spekulatif, dan menggunakan akal sehat.
b. Sosiologi bersifat teoretis. Artinya, sosiologi berusaha menyusun penjelasan atau abstraksi dari hasil observasi dan fakta yang ada. Definisi abstraksi adalah kerangka pikiran atau pemahaman yang didapat melalui proses observasi yang disusun secara logis untuk menerangkan atau menjelaskan suatu hubungan kausalitas (sebab-akibat)
c. Sosiologi bersifat kumulatif. Artinya teori-teori yang ada merupakan bentuk pembaruan atau revilatisasi teori-teori sebelumnya untuk memperbaiki, menyempurnakan dan memperluas kajian teori-teori lama.
d. Sosiologi bersifat nonetis. Artinya kajian sosiologi bukan ditujukan untuk melihat dan menilai baik buruknya suatu fenomena, namun menganalisa fenomena tersebut secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sosiologi Sebagai Metode Ilmiah Atau Penelitian
a. Metode kualitatif, menerangkan atau mendeskripsikan hasil penelitian berdasarkan penilaian terhadap data yang diperoleh.
b. Metode kuantitatif menganalisa kajian sosiologis berdasarkan angka-angka atau gejala-gejala yang diukur dengan skala, indeks, tabel, atau uji statistik.
Pola hubungan ilmu sosiologi dengan ilmu-ilmu lain, seperti ilmu politik, ekonomi, sejarah, dan antropologi adalah sebagai berikut.
a. Ilmu politik terfokus mempelajari cara atau upaya memperoleh, mempertahankan, dan menggunakan kekuasaan dalam masyarakat. Sementara, sosiologi lebih bersifat urnum, yakni mempelajari segi-segi kehidupan masyarakat dan pola kehidupan masyarakat.
b. Ekonomi mempelajari cara dan usaha manusia dalam memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Sosiologi lebih luas cakupannya, yaitu mempelajari unsur-unsur dalam masyarakat secara keseluruhan.
c. Berbeda dengan ilmu ekonomi, cakupan sosiologi lebih sempit dibandingkan dengan ilmu sejarah. Sosiologi hanya menekankan pada proses hubungan antar manusia dalam situasi dan waktu yang berbeda. Sedangkan ilmu sejarah mempelajari kejadian dan hubungan yang dialami manusia sebagai individu dan anggota masyarakat.
d. Selama ini, agak sulit membedakan antara sosiologi dan antropologi. Ada Yang mengatakan antropologi lebih fokus mempelajari masyarakat primitif dan sosiologi terfokus pada masyarakat modern. Namun dalam perkembangannya, antropologi juga mempelajari masyarakat modern. Antropologi, khususnya antropologi sosial agak sulit dibedakan dengan sosiologi. Ada pendapat antropologi mempelajari masyarakat primitif, sedangkan sosiologi mempelajari masyarakat modern. Namun, sekarang antropologi juga menaruh perhatian pada masyarakat modern. Antropolog pertama Indonesia, Prof. Koentjoroningrat memiliki pendapat yang berbeda, yaitu yang membedakan sosiologi dan antropologi adalah metode ilmiahnya.
Kegunaan ilmu sosiologi bagi masyarakat adalah sebagai berikut.
a. Pembangunan. Sosiologi berguna untuk memberikan data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembangunan.
b. Penelitian. Dengan sosiologi akan diperoleh suatu rencana penyelesaian masalah sosial yang baik.
Peran atau kontribusi sosiolog dalam membangun masyarakat adalah sebagai berikut.
a. Melakukan riset pengumpulan dan penggunaan data.
b. Melayani konsultasi kebijakan dengan membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin akan terjadi.
c. Sosiolog berperan juga sebagai teknisi dengan memberikan masukan teknis dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat.
d. Sebagai guru/pendidik, sosiolog menyajikan fakta secara netral dan objektif.
Munculnya ketidaksesuaian antar unsur-unsur yang ada dalam masyarakat sehingga membahayakan kehidupan masyarakat disebut sebagai masalah sosial. Soerjono Soekanto memetakan ada empat bentuk masalah sosial:
a. Masalah sosial dari faktor ekonomis, seperti kemiskinan dan pengangguran.
b. Masalah sosial dari faktor biologis, seperti penyakit menular.
c. Masalah dari faktor psikologis, seperti penyakit syaraf dan bunuh diri.
d. Masalah sosial dari faktor kebudayaan, seperti perceraian dan kenakalan remaja.

Referensi:
Kun Maryati, Ariawan. 2015. SPM Sosiologi. Jakarta: ESIS.
Richard Osborne & Borin Van Loon. 1996. Mengenal Sosiologi For Beginner. Bandung: Mizan.


Powered by Blogger.