Latah Media Sosial Online

Latah Media Sosial Online - Seringkali kita mendapatkan broadcast informasi yang terkadang validitasnya pun lemah. Si penyebar broadcast tersebut hanya menuliskan “sekadar share dari grup sebelah”, “cuma forward”, “retwit ah”, atau “Eh, berita ini benar gak ya? Saya dapat dari grup sebelah”. Dalam Fikih Sosial Media, hendaknya kita tidak bertindak latah, dahulukan tabayun, tidak ghuluw (berlebihan), seolah tangan terprogram secara otomatis untuk menyebarkan semua informasi yang didapat.
Di tangan orang-orang bodoh,media online dan sosial media jadi alat propaganda kebodohan. Membuat berita bodoh dengan bumbu SARA untuk kemudian disebarkan ke orang-orang bodoh yang malas berpikir lagi bersumbu pendek. Orang-orang bodoh tadi akan share berita bodoh ke orang bodoh lainnya. Orang bodoh lainnya share lagi ke temen-temen bodohnya untuk jadi tambah bodoh. Temen-temen yang bodoh tadi men-share kembali berita bodoh dengan harapan bisa memperbanyak populasi orang bodoh lainnya. Bodoh kok berjamaah?! Latah sosmed bisa melahirkan pribadi-pribadi ‘fasik sosmed’,
Fenomena ‘sesat massal’ ini bisa jadi disebabkan karena:
1. Rendahnya kesadaran untuk menjadi kritis dan cerdas dalam menerima informasi di sosial media begitu rendah.
2. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai subjek informasi yang dibagikan di sosial media secara spesifik.
3. Lebih sering tiap individu mengikuti insting, perasaan, dan, secara kasar, rasa kesoktahuannya, dalam mengolah kabar yang diperoleh. Terkadang juga masyarakat mudah sekali dipecahbelahkan karena rasa dengki dan marah.
4. Zaman ini adalah zaman yang mementingkan bahwa semakin cepat kita terlihat update dalam memperoleh informasi, semakin terlihat hebat individu tersebut sehingga jarang seorang individu berpikir dua kali mengenai kebenaran berita yang diperoleh.
5. Kurangnya rasa percaya masyarakat akan sumber yang resmi dan lebih mempercayai sumber dari teman atau saudara.
6. Sedikitnya sumber terverifikasi yang dapat menjamin kebenaran suatu informasi, bahkan mungkin memperbaiki informasi yang salah tersebut. Kalaupun sudah ada pihak yang memberi kejelasan akan suatu kabar, sedikit sekali yang berminat menyebarkannya.
Ingat: Rumor diobral para pembenci, dijalarkan orang-orang bodoh, dan dianggap (sebagai sebuah kebenaran) oleh orang-orang tolol (rumors are carried by haters, spread by fools, and accepted by idiots). Kemarahan (ujaran kebencian atas nama SARA, caci maki, fitnah) online adalah krisis kesehatan publik. Kehidupan dirusak dengan agresi kemarahan (ujaran kebencian atas nama SARA, caci maki, fitnah) online.
Sejatinya, orang-orang yang paling jahat di antara kalian adalah yang ke sana dan ke mari menghamburkan fitnah, orang-orang yang merusak hubungan antar orang yang berkasih sayang, dan orang-orang yang mencari aib pada diri orang-orang yang baik.

0 komentar:

Post a Comment

 

© 2016 | Fahdisjro El Besra. All rights resevered. Template by Templateism

Back To Top