Ads Top

https://play.google.com/store/apps/developer?id=Bung%20Fahdisjro&hl=in

Perubahan Sosial - Pengertian, Teori, Bentuk, Pendorong, Penghambat, Dampak


Pengertian Perubahan Sosial - Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam fungsi dan struktur masyarakat yang memengaruhi sistem sosial, nilai, sikap, serta perilaku individü dan kelompok. Sebelum mempelajari lebih lanjut, silahkan simak terlebih dahulu introduksi materi "Perubahan Sosial" dalam video berikut.


Menurut Robert H. Lauer, terdapat dua teori utama dalam perubahan sosial, yaitu sebagai berikut.
a. Teori siklus, yaitu perubahan yang berulang-ulang menyerupai spiral. Menurut teori siklus, apa yang terjadi sekarang pada dasarnya memiliki kesamaan atau kemiripan dengan apa yang telah terjadi sebelumnya. Pola perubahan ini dapat digambarkan sebagai berikut. Di dalam perubahan ini, tidak ada batas yang jelas antara pola hidup primitif, tradisional, modern.
b. Teori perkembangan, yaitu linier perubahan yang berkembang menuju suatu titik tertentu, seperti perubahan dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern yang kompleks. Pola perubahan ini dapat digambarkan sebagai berikut. Perubahan sosial menurut pola linier. Masyarakat berkembang dari semula modern primitif, tradisional dan menjadi modern. Teori ini dilihat dari sudut pandang tradisjonal primitif masyarakat modern.
Teori perkembangan linier terbagi atas teori evolusi dan teori revolusi. Penganut teori evolusi berpandangan bahwa masyarakat secara bertahap berkembang dari primitifl tradisional, menuju masyarakat modern yang kompleks dan maju. Penganut teori revolusi berpandangan bahwa masyarakat berubah secara linier namun bersifat revolusioner. Faktor-faktor yang masyarakat mempertahankan nilai-nilai lama adalah sebagai berikut.
a. Mempunyai fungsi dan sudah diterima masyarakat secara luas.
b. Diperoleh melalui proses sosialisasi sejak kecil.
c. Menyangkut masalah agama dan religi yang dianut masyarakat.
d. Menyangkut ideologi dan falsafah hidup bangsa.

Faktor-faktor yang memengaruhi perubahan dalam masyarakat adalah sebagai berikut.
a. Rasa tidak puas terhadap keadaan.
b. Kesadaran terhadap kekurangan-kekurangan dalam kebudayaan sendiri.
c. Adanya perubahan keadaan, kebutuhan dan pertumbuhan dalam masyarakat sehingga menuntut masyarakat untuk menyesuaikan diri.
d. Munculnya banyak kesulitan yang dihadapi anggota masyarakat.
e. Tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Sikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal baru.
g. Sistem pendidikan yang maju.

Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial
Bentuk-bentuk perubahan sosial adalah sebagai berikut.
a. Perubahan lambat (evolusi). Perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, memakan waktu cukup lama dan tidak disertai kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan evolutif mengikuti kondisi perkembangan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Masyarakat hanya berusaha menyesuaikan diri dengan keperluan keadaan, dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Teori evolusi digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu unilinear theories of evolution, universal theory of evolution, dan multilined theories ofevolution.
b. Perubahan cepat (revolusi). Perubahan sosial yang berlangsung cepat karena menyangkut unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan. Dalam revolusi perubahan dapat direncakan atau tidak direncanakan, dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Namun, revolusi seringkali diawali ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat bersangkutan.
c. Perubahan kecil. Merupakan perubahan yang terjadi pada struktur sosial namun perubahan tersebut tidak memiliki dampak berarti bagi masyarakat karena tidak memengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan. Contohnya, perubahan mode pakaian atau mode rambut.
d. Perubahan besar. Kebalikan dari perubahan kecill perubahan beşar adalah perubahan yang mengakibatkan terjadinya perubahan pada struktur, lembaga dan stratifikasi masyarakat. Contohnya, perubahan masyarakat agraris menjadi industrialisasi. Perubahan tersebut memberi pengaruh beşar pada kondisi geografisı berubahnya fungsi lahan menjadi tempat industri, dan perubahan mata pencaharian masyarakat.
e. Perubahan yang dikehendaki (intended change) atau direncanakan (planned change) merupakan perubahan yang telah direncanakan dan disepakati deh pihak-pihak yang ingin melakukan perubahan dalam masyarakat. Pihak-pihak tersebut dinamakan sebagai pelaku perubahan (agent ofchange). Pelaku perubahan adalah orang atau sekelompok orang yang memiliki wewenang dan kekuasaan untuk melakukan perubahan dalam masyarakat dan mengawasi serta mengendalikan perubahan tersebut. Orang atau sekelompok orang tersebut telah dipercaya masyarakat dan memiliki kedudukan dalam lembaga kemasyarakatan. Agent ofchange akan melakukan rekayasa sosial (social engineering) atau perencanaan sosial (social planning) dengan cara memengaruhi masyarakat dengan sistem yang teratur. Contohnya, pemerintah mengadakan program keluarga berencana (KB) dan program konversi minyak tanah ke gas.
f. perubahan yang tidak dikehendaki (unintended change) atau tidak direncanakan (unplanned change) merupakan perubahan yang tidak dikehendaki dan terjadi di luar jangkauan masyarakat. Perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan biasanya disebabkan oleh gagalnya masyarakat dalam mengantisipasi dan memperhitungkan perubahan yang akan terjadİ sehingga memicu kekacuan atau kendala dalam masyarakat. Sebagai contoh, jebolnya tanggul Situ Gintung karena tidak pernah dipelihara dan dijaga kelestarian lingkungan. Akibatnya, banyak pemukiman penduduk terendam air dan menimbulkan korban jiwa.
g. perubahan struktural adalah perubahan yang sangat mendasar yang menyebabkan timbulnya reorganisasi atau tata ulang struktur dalam masyarakat. Contohnya, berubahnya sistem monarki atau kerajaan menjadi negara demokrasi.
h. perubahan proses adalah perubahan yang sifatnya tidak mendasar dan tidak berpengaruh pada struktur kemasyarakatan. Perubahan tersebut hanya untuk memperbaiki dan menyempurnakan sistem yang sudah ada. Contohnya, revişi undang-undang atau peraturan pemerintahan yang sifatnya memperbaiki kekurangan yang ada dan menyempurnakan undang-undang atau peraturan sebelumnya.

Faktor Pendorong Perubahan Sosial
Faktor-faktor yang mendorong perubahan sosial adalah sebagai berikut.
Faktor internal, seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan-penemuan baru, pertentangan di masyarakat, dan pemberontakan atau revolusi.
Penemuan baru umumnya mengakibatkan bermacam-macam pengaruh pada masyarakatı antara lain sebagai berikut.
1) Penemuan baru akan menimbulkan pengaruh pada bidang-bidang lain. Pengaruh tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

2) Penemuan baru mengakibatkan perubahan-perubahan yang menjalar dari satu lembaga kemasyarakatan ke lembaga kemasyarakatan lainnya. Pengaruh tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

3) Beberapa penemuan baru dapat mengakibatkan satu jenis perubahan. Pengaruh tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

b. Faktor eksternal, seperti lingkungan fisik, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.

Faktor Penghambat Perubahan Sosial
Faktor-faktor yang menghambat terjadinya perubahan di dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut
a. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
b. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat.
c. Sikap masyarakat yang masih mengagungkan tradisi masa lampau.
d. Adanya kepentingan yang sudah tertanam kuat (vested interest).
e. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan.
f. Prasangka terhadap hal-hal baru.
g. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis.
h. Adat atau kebiasaan.
i. Nilai pasrah.

Dampak Perubahan Sosial
Perubahan sosial memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Dampak positif dapat berupa berkembangnya demokratisasi, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), dan globalisasi. Dampak negatif dapat berupa munculnya perilaku konsumtif, hedonis, sekularisme, maupun westernisasi. Selain itu, dampak yang ditimbulkan dari perubahan sosial adalah terjadinya disorganisasi atau disintegrasi sosial. Situasi disintegrasi ini akan menyebabkan chaos (kacau) sehingga akan dijumpai anomie (tanpa aturan). Proses disintegrasi sebagai akibat perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat antara lain pergolakan daerah, aksi protes dan demonstrasi, kriminalitas, dan kenakalan remaja.
Powered by Blogger.