Ads Top

https://play.google.com/store/apps/developer?id=Bung%20Fahdisjro&hl=in

Ketimpangan Sosial - Pengertian, Bentuk-bentuk, Faktor Penyebab, Dampak dan Solusinya

Ketimpangan Sosial - Pernah gak sih kalian melihat konvoi kendaraan mewah di jalanan. Entah itu konvoi mobil mewah atau konvoi motor gede. Biasanya di kawal oleh iringan voorijder. Asal kalian tau, kendaraan mewah tersebut harganya milyaran rupiah. Namun disisi lain, kita juga pasti pernah menjumpai kondisi masyarakat yang hidupnya sangat memprihatinkan. Jangankan untuk membeli kendaraan, untuk hidup saja atau mencari makan susahnya minta ampun. Nah, kondisi kontradiktif inilah dinamakan dengan ketimpangan sosial. Ketimpangan merupakan salah satu bentuk permasalahan sosial yang sering kita jumpai di sekitar kita. Satu kelompok masyarakat hidup dengan bergelimang kemewahan. Sedangkan di sisi lain, masyarakat miskin yang berjuang untuk hidup layak.

Pengertian Ketimpangan Sosial
Dalam kamus besar bahasa Indonesia ketimpangan diartikan sebagai ketidakseimbangan, perbedaan, jurang pemisah, yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan menurut Robert Chambers , ketimpangan sosial adalah gejala yang timbul di dalam masyarakat karena adanya perbedaan batas kemampuan finansial dan yang lainnya di antara masyarakat yang hidup di sebuah wilayah tertentu. Jadi bisa disimpulkan bahwa ketimpangan sosial merupakan perbedaan-perbedaan dalam pemasukan (income), sumber daya (resources), kekuasaan (power), dan status dalam masyarakat.

Bentuk-bentuk Ketimpangan Sosial
Ketimpangan merupakan dampak konkret pembangunan dan perubahan sosial. Pembangunan yang lebih memfokuskan pada aspek ekonomi dan mengesampingkan aspek sosial. Sebagai permasalahan sosial, ketimpangan terjadi tidak hanya pada negara berkembang seperti Indonesia. Tetapi juga terjadi pada negara maju. Hal ini berdasarkan hasil pengukuran tingkat ketimpangan distribusi pendapatan suatu negara yang disebut Koefisien Gini. Semakin besar nilai koefisien gini, maka semakin besar pula ketimpangan pendapatan rumah tangga suatu negara.

Berdasarkan data Bank Dunia, 10% orang terkaya Indonesia, mampu menguasai 77% dari total kekayaan Indonesia. Data dari menejemen investasi global credit swiss, di 2014 juga menyebutkan, 1% kelompok terkaya Indonesia, menguasai 50,3% dari total aset uang dan properti di Indonesia. Sebagai negara berkembang, Indonesia pun tidak luput dari masalah ketimpangan sosial. Bentuk ketimpangan yang terjadi di Indonesia seperti:
1. Ketimpangan antara desa dan kota
2. Ketimpangan kualitas sumber daya manusia
3. Ketimpangan akses pendidikan
4. Ketimpangan distribusi ekonomi

Faktor-faktor Penyebab Ketimpangan Sosial
Setidaknya terdapat dua faktor penyebab ketimpangan sosial, yaitu: Faktor struktural dan faktor kultural. Ketimpangan faktor struktural berkaitan erat dengan tata kelola yang merupakan kebijakan pemerintah dalam menangani masyarakat. Bisa diibaratkan sebagai "jaringan listrik" yang berfungsi sebagai penyalur energi yang memberikan aset kepada masyarakat.

Sedangkan ketimpangan sosial yang disebabkan oleh faktor kultural, merupakan hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Oleh karena itu, faktor budaya sangat penting dalam menumbuhkembangkan nilai-nilai produktif dalam mengatasi ketimpangan sosial.

Selain dari itu, ketimpangan sosial juga dapat dilihat penyebabnya melalui dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Dalam faktor internal, ketimpangan terjadi karena rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM), karena tingkat pendidikan yang rendah, dan budaya kemiskinan. Sedangkan dalam faktor eksternal, berasal dari luar kontrol dan kemampuan setiap individu. Contohnya, birokrasi atau kebijakan pemerintah yang membatasi akses seseorang. Dengan kata lain, ketimpangan sosial bukan terjadi karena seseorang malas bekerja, melainkan ada sistem yang menghambatnya.

Dampak Ketimpangan Sosial
Ketimpangan sosial merupakan sebuah permasalahan kompleks yang dapat berdampak negatif bagi masyarakat luas. Dampak ketimpangan sosial dapat berupa munculnya kemiskinan, kriminalitas, dan dekadensi moral.

Solusi Mengatasi Ketimpangan Sosial
Untuk mengatasi masalah ketimpangan sosial, diperlukan upaya bersama dari berbagai kalangan. Baik oleh pemerintah, sektor swasta, dan partisipasi masyarakat. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan, untuk mengatasi ketimpangan sosial seperti:

Peningkatan Kualitas Penduduk
Kita sangat paham, bahwa masyarakat Indonesia itu kompleks dan plural. Hal tersebut, ternyata bisa menjadi faktor yang menimbulkan ketimpangan sosial. Oleh karena itu, sangat penting adanya sebuah usaha, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas dapat dilakukan melalui berbagai usaha seperti: 1. Meningkatkan kualitas pendidikan 2. Memperbaiki layanan kesehatan. Baik kualitas tenaga medis maupun pelayanan kesehatan 3. Melakukan pemberdayaan kelompok masyarakat.

Mobilitas Geografis
Mobilitas merupakan perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah yang lain. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan jumlah kepadatan penduduk di suatu daerah. Pemerataan penduduk, juga harus diikuti dengan adanya pembangunan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi jumlah penduduk yang terlalu padat. Yang pada akhirnya akan menimbulkan ketimpangan sosial.

Menciptakan Peluang Kerja
Saat ini, Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara berkembang dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Jika tidak diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia, maka yang terjadi adalah banyaknya pengangguran.

Optimalisasi Peran ZIS (Zakat Infak & Sadaqah)
Masyarakat yang memiliki kecukupan ekonomi dapat menyantuni masyarakat yang kurang mampu. Hal ini dapat meminimalisir terjadinya ketimpangan sosial di masyarakat. Pemanfaatannya pun bisa dikelola untuk membiayai berbagai infrastruktur negara di daerah miskin dan yang masih tertinggal. Zakat yang diterima fakir miskin bisa menjaga agregat konsumsi masyarakat dalam penopang stabilitas ekonomi.  Sedangkan untuk infak dan sodaqoh, dapat menjadi instrumen yang mendorong partisipasi masyarakat dalam memenuhi kepentingan publik. Seperti pembangunan infrastruktur, pemenuhan kebutuhan konsumsi dan lain sebagainya
Powered by Blogger.