Ads Top

Konflik Sosial

Konflik sosial adalah suatu bentuk interaksi yang ditandai oleh keadaan saling mengancam, menghancurkan, melukai, dan melenyapkan di antara pihak-pihak yang terlibat. Sebenarnya, konflik tidak selalu membawa dampak negatif. Sisi positif konflik sosial adalah konflik mengawali terjadinya perubahan. Pertentangan antara kelompok-kelompok sosial pada dasarnya adalah bentuk tuntutan terhadap perubahan kondisi yang tidak menguntungkan. Suatu kelompok yang merasa diperlakukan tidak adil menuntut perubahan, untuk memperjuangkan perubahan itu, jalan yang ditempuh adalah dengan menentang kondisi yang ada.
Berbagai Konflik dalam Masyarakat
1) Konflik Individual
Konflik individual terjadi karena perasaan tidak suka hingga berakhir dengan keinginan salah satu kelompok untuk berkonflik.
2) Konflik Antarkelas atau Antargolongan Sosial
Terbentuknya kelas-kelas sosial menyebabkan terjadinya konflik antar kelas.
3) Konflik Rasial
Konflik rasial pada dasarnya termasuk ke dalam konflik antargolongan, karena himpunan orang-orang dalam satu ras merupakan salah satu jenis dari kelompok sosial.
4) Konflik Politik
Politik merupakan salah satu sumber utama munculnya konflik di masyarakat. Konflik politik berarti suatu pertarungan yang berkisar pada siapa yang memperoleh sesuatu, kapan ia memperolehnya, dan bagaimana kekuasaan dapat diraih, dipertahankan, dan diperebutkan.
5) Konflik Internasional
Konflik internasional adalah konflik yang melibatkan dua atau beberapa Negara.
Menurut Leopold von Wiese dan Howard Becker konflik sosial disebabkan oleh :
1) Perbedaan Antar orang
Setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Perbedaan itu dapat menimbulkan konflik sosial. Contohnya, si A dan si B berbeda pendidikan. Hal itu saja dapat menyebabkan terjadinya konflik di antara mereka.
2) Perbedaan Kebudayaan
Kebudayaan dapat memengaruhi pembentukan serta perkembangan kepribadian seseorang. Contohnya kebudayaan orang yang tinggal di daerah pantai berbeda dengan yang di pegunungan. Perbedaan itu dapat menyebabkan timbulnya konflik di antara mereka.
3) Bentrok Kepentingan
Kepentingan setiap orang atau kelompok sangat mungkin berbeda. Apabila terjadi benturan di antara kepentingan itu dapat dipastikan akan terjadi konflik sosial. Contohnya, kepentingan buruh berbeda dengan kepentingan pengusaha.
4) Perubahan Sosial
Masing-masing orang tidak sama dalam menyikapi suatu perubahan. Perbedaan sikap mereka dapat menimbulkan konflik diantara mereka.
Indikator Adanya Konflik Charles Lewis Taylor dan Michael C. Hudson
1) Demonstrasi (A Protest Demonstration)
Demonstrasi mengandung arti adanya sejumlah orang yang tanpa menggunakan kekerasan mengorganisasikan diri untuk melakukan protes. Protes dilakukan terhadap suatu kesatuan sosial tertentu yang menguasainya. Pihak yang sering menjadi sasaran demonstrasi adalah pemerintah, pengusaha, pimpinan, atau kelompok sos lain. Demonstrasi juga dapat berupa protes terhadap ideologi, kebijakan, rencana kebijakan, ketidakadil atau pelaksanaan suatu kebijakan tertentu.
2) Kerusuhan (Riot)
Dalam hal maksud dan tujuannya, kerusuhan hampir sama dengan demonstrasi dengan kekerasan fisik, perusakan barang-barang, dan tindakan anarkis. Tindakan-tindakan tersebut terkadang memicu para aparat keamanan untuk melakukan tindakan-tindakan keras untuk meredakan suasana.
3) Serangan Bersenjata (Armed Attack)
Serangan bersenjata dapat dilakukan oleh kelompok sosial mana pun, baik oleh pihak pemerintah atau apa keamanan maupun oleh pihak nonpemerintah, dengan tujuan untuk melemahkan atau menghancurkan kelompok lain. Serangan fisik selalu melibatkan kekerasan fisik, pertumpahan darah, atau pengrusakan bara barang. Perbedaan serangan bersenjata dengan kerusuhan terletak pada sifatnya yang terorganisir dan biasanya untuk kepentingan politik.
4) Korban Jiwa Akibat Kekerasan Politik
Setiap konflik yang terjadi di masyarakat pasti menimbulkan korban dan kerugian. Korban dan kerugian tidak hanya diderita oleh pihak yang berkonflik, akan tetapi juga masyarakat sekitarnya. Semakin banyak korban jiwa baik akibat demonstrasi, kerusuhan, maupun serangan bersenjata, berarti semakin besar konflik yang terjadi.
Upaya Mengatasi Konflik (Resolusi Konflik)
1) Konsiliasi (Consiliation)
Konsiliasi merupakan pengendalian konflik melalui lembaga-lembaga tertentu untuk memungkinkan turnbuhnya pola diskusi dan pengambilan keputusan di antara pihak-pihak yang bertikai tentang persoalan yang mereka hadapi.
2) Perwasitan (Arbitration)
Cara ini memerlukan pihak ketiga sebagai penengah pihak-pihak yang bertikai. Pihak ketiga biasanya memiliki kekuasaan dan wewenang yang lebih tinggi dari pihak-pihak yang bertikai. Dengan begitu, pihak ketiga dapat memaksakan keputusannya kepada mereka.
3) Mediasi (Mediation)
Dalarn mediasi juga diperlukan pihak ketiga tetapi dia tidak memiliki kekuasaan dan kewenangan. Pihak ketiga hanya berperan sebagai mediator yang memberikan nasehat.
4) Paksaan (Coersion)
Paksaan untuk menyelesaikan konflik dapat dilakukan balk secara fisik maupun psikologis. Akomodasi seperti ini dapat terjadi jika salah satu pihak yang bertikai berada pada posisi yang lemah dan satu pihak di posisi yang kuat.
5) Detente
Detente adalah mengurangi ketegangan hubungan antara dua pihak yang bertikai. Cara ini biasanya digunakan sebagai usaha pendekatan dalam mencapai perdamaian.
Referensi:
Andi Prasetyo. 2011. 1001 Kisi-Kisi Dalam Ujian Sosiologi. Jakarta: Buku Kita
Richard Osborne & Borin Van Loon. 1996. Mengenal Sosiologi For Beginner. Bandung: Mizan.
Bacaan Lebih Lanjut
BSE Sosiologi Untuk Kelas XI SMA dan MA. Vina Dwi Laning.
Rekomendasi:
Pelajari juga materi “Konflik Sosial” secara interaktif DISINI. Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) yang berisi slide pembelajaran interaktif, teka-teki silang sosiologi, latihan soal evaluasi online.

video

No comments:

Powered by Blogger.