Diklat Dapodikmen 2015

Diklat Dapodikmen 2015. Sebagai langkah percepatan pendataan pendidikan menengah, Direktorat Jendral Pendidikan Menengah Kemdikbud melaksanakan diklat pendataan pendidikan menengah melalui aplikasi dapodikmen. Materi disampaikan oleh Bapak Murjiyanto (Dirjen Pendidikan Menengah Kemdikbud) dan I Nyoman Pasek (Helpdesk Dapodikmen Region Bali, Kalimantan Barat & Nusa Tenggara Timur). Diklat ini difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen dan diikuti oleh 20 sekolah jenjang pendidikan menengah (SMA/SMK). Berlangsung selama 2 hari (25-26 Maret 2015) bertempat di SMK Binawiyata Sragen.
Berikut ini adalah review hasil diklat dapodikmen yang disampaikan oleh pemateri:
1. Pencairan Dana Bansos BOS
Mulai tahun 2015 sumber data untuk pencairan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), 100% berasal dari Dapodikmen. Untuk itu pastikan sekolah mengentrikan data peserta didik dengan data yang benar-benar valid. Valid tidaknya data siswa berdasarkan NISN. Jadi data peserta didik yang memiliki NISN valid inilah yang dijadikan sebagai acuan pencairan dana BOS. Untuk mengecek validitas data penerima BOS silahkan masuk ke web berikut dengan menggunakan log in operator sekolah http://bansos.dikmen.kemdikbud.go.id/bos/
2. Verval (Verifikasi dan Validasi) NISN Peserta Didik
Untuk verval NISN Peserta Didik masuk ke halaman http://vervalpd.data.kemdikbud.go.id/. Login dengan menggunakan akun & password operator yang telah teregistrasi. Pada menu residu, verval NISN peserta didik dengan memilih match / unmatch. Kemudian selesaikan tahap selanjutnya pada menu konfirmasi. Yang terpenting adalah pastikan semua data peserta didik telah masuk ke dalam menu referensi. Setelah semua data masuk menu referensi, langkah selanjutnya, lakukan sinkronsiasi ulang pada aplikasi dapodikmen. Maka otomatis data NISN peserta didik akan masuk ke dalam aplikasi dapodkmen. Untuk memahami alur verval data antara aplikasi, server dapodikmen dan server PDSP bisa dilihat pada diagram berikut ini.
3. Dapodik Untuk Pencairan Dana BSM
Agenda selanjutnya setelah pencairan dana BOS adalah pencairan dana BSM. Acuan data penerima BSM berasal data Dapodik dengan bukti kepemilikan kartu KPS atau KIP. Pastikan nomor KPS telah dientrikan pada aplikasi Dapodik untuk peserta didik calon penerima BSM.
4. Bekerja Sesuai Alur
Banyak diantara operator yang mengalami gagal validasi dan sinkron, karena bekerja tidak sistematis sesuai dengan alur yang ditentukan. Sebagai contoh, entri data peserta didik harus dimulai dari semester 1, tidak diperkenankan langsung melompat ke semester 2 (kecuali peserta didik dengan status pindahan). Selesaikan entri data disemester 1 kemudian validasi dan sinkron. Setelah itu baru melanjutkan ke semester berikutnya dengan cara menyalin data periodik dari semester 1.
5. Jam Mengajar Guru Agama dalam aplikasi Dapodikmen
Bagaimana pengaturan jam mengajar untuk Guru Agama? Misal dalam satu kelas terjadwal jam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, diwaktu yang sama juga terjadwal untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Katholik. Caranya adalah dengan menambah rombel baru untuk mata pelajaran agama tertentu. Masuk ke menu Rombongan Belajar kemudian Tambah rombel baru. Tentukan jenis rombel Pilihan 1 (Agama), bukan rombel Kelas. Kemudian masukkan peserta didik dalam menu Anggota Rombel. Selanjutnya entrikan data jam mata pelajaran pada Menu Pembelajaran.
6. Jam Mengajar Untuk Mata Pelajaran Lintas Minat
Bagaimana pengaturan jam mengajar untuk mata pelajaran lintas minat dalam kurikulum 2013? Prinsipnya hampir sama seperti pengaturan jam mengajar pada mata pelajaran Agama, hanya saja pada menu jenis rombel pilih Kelas Teori. Kemudian lengkapi data peserta didik pada menu Anggota Rombel dan entrikan jumlah jam pelajaran pada menu Pembelajaran.
7. Cek Data PTK Dikmen
Ada yang baru dalam web http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id/ yaitu menu Cek Data PTK Dikmen. Dalam menu ini PTK dapat mengecek kelengkapan data individu, jumlah beban mengajar dan data sertifikasi. Menu ini merupakan Simulasi Kelengkapan Data untuk Tunjangan PTK Melalui Dapodikmen. Selanjutnya, berdasarkan dari data referensi inilah pencairan Tunjangan Profesi Guru (Dana Sertifikasi) akan disalurkan. Silahkan http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id/infoptk_dikmen/web/   Login dengan menggunakan NUPTK dan tanggal lahir PTK.
8. Guru Mengajar Mapel Secara Utuh Dalam 1 Rombel
Beban mengajar Guru dalam 1 rombel hanya bisa dipenuhi secara utuh oleh 1 Guru mata pelajaran, tidak dapat dibagi oleh Guru lainnya (team teaching). Contoh mata pelajaran Sosiologi 5 jam pelajaran di Kelas XI IPS. Guru A mengajar 3 jam pelajaran dan Guru B mengajar 2 jam pelajaran. Hal yang seperti ini tidak diperkenankan. Seharusnya Guru hanya dapat mengajar mata pelajaran secara utuh dalam 1 rombel, tidak dipecah.
9. Penuhi Hak Operator Dapodik
Ini yang paling penting. Dalam juknis BOS telah disebutkan bahwa alokasi penggunaan dana BOS diantaranya adalah untuk keperluan entri data pada aplikasi dapodik. Entri data dapodik meliputi data sekolah, data sarpras, data PTK, data Peserta Didik dan Rombongan Belajar. Selain daripada itu operator juga masih harus mensinkronkan, verifikasi dan validasi data secara online. Sebuah tanggung jawab tugas yang tidak ringan. Laksanakan kewajiban operator mengentri data selengkap-lengkapnya dan penuhi haknya.
10. Semua Bantuan / Tunjangan Berasal Dari Dapodik
Perlu ditegaskan sekali lagi bahwa semua bantuan baik itu BOS, BSM, Bantuan Sarana Prasarana Sekolah dan Dana Tunjangan Profesi Guru (Dana Sertifikasi), sumber referensi datanya berasal dari DAPODIK bukan yang lain.
Demikian review hasil diklat Dapodikmen yang disampaikan oleh Bapak Murjiyanto dan I Nyoman Pasek. Untuk materi Paparan kebijakan Dapodikmen 2015 dan Aplikasi Bansos Pendidikan Menengah Tahun 2015 silahkan diunduh disini.
Salam 1 Data.

Baca Juga:

Kelompok Sosial

Kelompok sosial merupakan kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi, itulah pendapat dari Paul B. Horton. Pada kenyataannya manusia membawa takdir hidup untuk saling berkelompok. Tidak ada manusia yang sanggup menjalani kehidupannya seorang diri tanpa bantuan orang lain. Dengan kata lain seseorang akan selalu membutuhkan keberadaan orang lain untuk bisa bertahan. Pertemanan atau persahabatan akan mudah kita temui sebagai perwujudan kebutuhan terhadap orang lain. Kehidupan berkelompok nantinya memberikan pengalaman-pengalaman yang berbeda yang secara tidak langsung sangat berguna untuk perjalananan kehidupannya nanti.
A. Pengertian
Adapun pengertian kelompok sosial menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
1. Soerjono soekanto mendefinisikan kelompok sosial sebagai himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan diantara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi.
2. Hendro Puspito berpendapat, kelompok sosial adalah suatu kumpulan nyata, teratur, dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.
3. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt mengartikan kelompok sosial sebagai kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.
B. Ciri-ciri Kelompok Sosial
Berikut adalah ciri-ciri kelompok sosial secara umum, yakni :
1) Memiliki struktur sosial yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu.
2) Memiliki norma dan nilai yang diberlakukan untuk mengatur segenap anggotanya.
3) Merupakan kesatuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kelompok manusia yang lain.
4) Adanya interaksi dan komunikasi antar anggota.
5) Ada kepentingan bersama.
C. Latar Belakang Pembentukan
Kelompok sosial dasar pembentukannya dapat dilihat sebagai berikut :
1. Faktor Darah (Common Ancestry).
Kelompok sosial dapat dibentuk atas dasar kesamaan darah atau keturunan.
2. Faktor Geografis
Letak tempat juga menentukan terbentuknya kelompok sosial. Anggota masyarakat yang berkumpul disuatu tempat kemudian terjalin komunikasi yang intens maka secara perlahan akan membangun ikatan. Misal: individu yang tinggal di tepian pantai akan membentuk kelompok nelayan.
3. Faktor Kepentingan (Common Interest)
Terdapatnya kesamaan kepentingan di antara para anggota masyarakat sangat memungkinkan untuk membentuk kelompok sosial. Misal: kelompok intelektual, kelompok seniman, dan lain-lain.
4. Faktor Daerah Asal
Apabila seorang individu yang tinggal di suatu tempat kemudian bertemu dengan individu lain dalam jumlah cukup banyak sementara diketahui juga berasal dari daerah kelahiran yang sama maka sangat mungkin mendorong terbentuknya kelompok sosial di daerah tersebut.
D. Bentuk-bentuk Kelompok Sosial
Adapun bentuk-bentuk kelompok sosial yang dapat kita temui sebagai berikut :
1. Kelompok Semu
Kelompok semu dapat diartikan sebagai kelompok yang bersifat sementara atau sesaat atau sering kemudian kita sebut sebagai khalayak umum. Mungkin kita juga bisa mengenalnya sebagai sebuah kerumunan (crowd).
Bentuk-bentuk kerumunan (crowd):
a. Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur :
1) Khalayak penonton atau pendengar formil (formal audience)
2) Kelompok ekspresif yang telah sedang direncanakan (planned expressive group)
b. Kerumunan yang bersifat sementara (causal crowds)
1) Kumpulan yang kurang menyenangkan (inconvenient aggregations)
2) Kumpulan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik (ponic crowds)
3) Kerumunan penonton (spectator crowds)
c. Kerumunan yang berlawanan dengan norma hukum (lawless crowds)
1) Kerumunan yang bertindak emosional (acting mobs)
2) Kerumunan yang bersifat immoril (immoralcrowds)
2. Kelompok Nyata
Berbalik dengan kelompok semu, kelompok nyata memiliki ciri kehadiran yang selalu konstan. Kelompok nyata ini dapat dilihat bentuknya antara lain: kelompok statistik, kelompok sosieta, dan kelompok asosiasi.
3. Gemeinschaft (Paguyuban)
Paguyuban adalah kelompok sosial yang anggotanya memiliki ikatan batin yang kuat, intim, dan alamiah. Ferdinand Tonnies melihat tiga bentuk gemeinschaft:
a. Paguyuban berdasarkan ikatan darah (Gemeinschaft by blood)
b. Paguyuban berdasar ikatan pikiran (Gemeinschaft by mind)
c. Paguyuban berdasarkan ikatan tempat (Gemeinschaft by place)
4. Geselleschaft (Patembayan)
Patembayan merupakan ikatan lahir yang sementara, bersifat mekanis, formal, dan individual.
5. Kelompok Primer
Kelompok primer memiliki ikatan antar anggotanya begitu kuat dan bersifat informal. Misal: keluarga.
6. Kelompok Sekunder
Kelompok sekunder merupakan kelompok yang ikatan anggotanya bersifat formal berdasarkan pada asas kemanfaatan.
7. Membership Group
Membership group adalah kelompok sosialyang secara fisik setiap orang menjadi anggota dari kelompok tersebut.
8. Reference Group
Reference group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang yang bukan anggota kelompok untuk kemudian membentuk pribadi dan peri lakunya sesuai dengan kelompok acuan.
9. ln Group
ln Group merupakan kelompok sosial tempat di mana individu mengidentifikasi dirinya.
10. Out Group
Out Group merupakan kelompokyang berada diluar atau kita anggap lawan. Terkadang ditandai dengan sikap antipati.

Referensi:
Sunarto, Kamanto. 1993. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit FE – UI.
Richard Osborne & Borin Van Loon. 1996. Mengenal Sosiologi For Beginner. Bandung: Mizan.
Bacaan Lebih Lanjut
BSE Sosiologi Untuk Kelas XI SMA dan MA. Vina Dwi Laning.

Rekomendasi:
Pelajari juga materi “Kelompok Sosial” secara interaktif DISINI. Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) yang berisi slide pembelajaran interaktif, teka-teki silang sosiologi, latihan soal dan evaluasi online.



http://adf.ly/qvPi4

Fenomena Homoseksual di Indonesia

Fenomena Homoseksual Indonesia. Menurut catatan sejarah, fenomena homoseksualitas dalam masyarakat Indonesia bukanlah hal baru. Fenomena homoseksual sudah muncul pada masyarakat tradisional, apalagi pada masyarakat yang disebut “modern”. Tulisan ini merupakan upaya penelusuran terhadap beberapa kasus homoseksualitas di Indonesia melalui ancangan diakronis-dinamis dalam meneropong perilaku homoseksual dalam masyarakat tradisional dan modern.
Perbuatan Homoseksual (homosexual acts) atau perilaku homoseksual (homosexual behavior) mengacu pada kegiatan atau tindak seksual antara dua orang yang berjenis kelamin sama. Jadi, homoseksual mengacu pada orang, baik laki-laki ataupun perempuan yang memakai orientasi homoseksualnya sebagai kriteria pokok dalam mendefinisikan identitasnya. Di Indonesia, kata “homoseks” oleh orang awam hanya digunakan untuk menunjuk kepada laki-laki yang homo, sedangkan perem-puan homoseksual lazim disebut lesbian. Pada kurun kira-kira sepuluh tahun terakhir ini, dikenal istilah gay untuk mengacu pada laki-laki homoseksual. Istilah-istilah tersebut cenderung mengacu pada identitas diri yang kemudian membentuk kepribadiannya.
Setiap budaya menentukan ciri-ciri perilaku jenis kelamin  (gender behavior), sehingga perilaku khas gender tertentu (gender specific behavior) serta peran jenis kelamin (gender roles) di dalam satu budaya dapat saja tidak sama dengan yang ada di dalam budaya lain. Budaya Indonesia modern, misalnya, dapat dipandang sebagai mengakui tiga gender, yaitu jantan, betina dan banci. Konformitas gender adalah keadaan ideal di mana seseorang mengikuti kaidah perilaku gender yang diwariskan oleh buadayanya, sedangkan nonkonformitas gender adalah keadaan faktual di mana seseorang tidak mengikuti (baik secara sadar atau tidak) kaidah tersebut. Nonkonformitas gender dapat melibatkan transvestisme, yaitu fenomena mengenakan pakaian lawan jenis kelamin, atau transeksualisme, yakni keinginan untuk menjadi orang dari lawan jenis kelamin. Masalah yang muncul adalah bahwa kaidah untuk mengkategorikan waria, kedua konsep tersebut tidak memadai. Tidak semua waria ingin menjadi perempuan, misalnya, dan dalam definisi transvestisme biasanya disebutkan kepuasan seksual sebagai tujuan pengenaan pakaian lawan jenis, dan sangat jarang sekali ditemukan pada waria.
Homoseksual di Kalangan Masyarakat Indonesia Modern
Pemolaan homoseksualitas yang sudah diuraikan dalam masyarakat tradisional sampai saat ini masih ada. Sekilas, fakta-fakta tersebut mudah disangsikan kebenarannya, terutama karena pengaruh peradaban Barat atau Islam-Kristen modernis yang diwarnai homofobia (sikap, perasaan dan tindakan anti (ketakutan) terhadap homoseksual). Berawal dari titik inilah, maka sebagian besar anggota masyarakat juga mengharamkan homoseksualitas dan cenderung menganggap bahwa gejala tersebut sudah harus terhapus oleh modernisasi, atau tidak mengakuinya sebagai pernah ada.  Bahkan anggota masyarakat yang masih berpijak pada budaya tradisionalnya pun enggan untuk mengakui adanya manifestasi homoseksual yang dilembagakan itu.
Singkatnya, telah terjadi perubahan sikap, dari sikap yang sebelumnya menerima tindakan “melembagakan” bergeser ke arah melecehkan. Hal ini disebabkan oleh perubahan keseluruhan tata nilai masyarakat yang menganggap bahwa peradaban tradisional itu kuno, terbelakang, penuh dengan dekadensi moral. Maka, tradisi homoseksual yang semula dianggap biasa-biasa saja, lambat laun dianggap sebagai tindakan tidak beradab. Dari sinilah dapat dimengerti kenapa kelompok-kelompok gay dan lesbian terlihat relatif jarang dan menutup diri, padahal dalam faktanya orang-orang berperilaku homoseksual jauh lebih banyak.
Pandangan Agama terhadap Homoseksual
Hampir semua agama “mengutuk” perbuatan homoseksual. Agama Islam  secara tegas mencontohkan tidak di-ridhoi-nya homoseksualitas dalam kisah/sejarah nabi Luth, yang berakhir dengan azab Tuhan berupa pemusnahan terhadap kaum Luth. Dalam pandangan Kristen Protestan secara umum juga demikian, walaupun di kalangan sebagian kecil ulama Kristen ada usaha untuk menerima homoseksual apa adanya. Bahkan Metropolitan Community Church, gereja khusus lesbian dan gay dari Amerika Serikat, telah mendirikan cabangnya di Jakarta sejak tahun 1986.
Sementara itu, dalam agama Kristen Katolik, masalah seksualitas mengacu pada pernyataan yang diterbitkan oleh Departemen untuk Ajaran Iman Vatikan, yang menegaskan bahwa ada standar objektif yang sesuai dengan kodrat manusia. Standar ini diketahui melalui suara hati manusia dan wahyu, yang selanjutnya memberi pengetahuan lebih lanjut tentang standar moral yang menyangkut masalah seksualitas, dan hal ini merupakan tuntutan tak terubahkan dari kodrat manusia, bukan sekedar produk kebudayaan yang berubah sesuai jaman. Maka homoseksual, dalam hal ini, dianggap tidak sesuai dengan standar kodrat manusia, dan oleh sebab itu harus ditolak.
Homoseksualitas dan Hak Asasi Manusia (HAM)
Bagaimana jika kasus homoseksualitas ini dihubungkan dengan HAM (Hak Asasi Manusia)? Penulis berasumsi bahwa berbicara tentang sikap hidup seseorang mau tidak mau kita juga berbicara privacy dan kebebasan individu yang sungguh mendapat legitimasi dari UDHR (Universal Declaration of Human Right).
Tersebut dalam Pernyataan Umum tentang Hak Asasi Manusia (UDHR) bahwa  seseorang yang dilahirkan ke dunia ini mempunyai kemerdekaan (kebebasan) dan mempunyai hak dan martabat yang sama. Maka segala bentuk pembatasan terhadap kebebasan seseorang berarti melanggar HAM yang secara kodrati dianugerahkan Tuhan kepadanya. Apabila hal ini dikaitkan dengan kasus homoseksual, maka banyak terjadi pelecehan dan suara-suara sumbang yang oleh masyarakat ditujukan kepada para pelaku homoseksual. Tidak jarang para pelaku homoseksual di daerah tertentu mengalami “pengompasan” oleh masyarakat sekitar dan tidak diperlakukan secara manusiawi.  Bahkan banyak para pelaku homoseksual diisolasi sedemikian rupa oleh masyarakat karena dianggap "menjijikkan”, sehingga “pengakuan atas kemanusiaannya” sudah tidak ada lagi.
Klaim kebenaran
Masyarakat “normal” selalu mengolok-olok kaum homoseksual (gay) dan lesbian dengan gelar “dosa”, “penghuni neraka”, dan segudang gelar negatif lainnya. Mereka seolah tidak sadar apakah seorang yang “normal” adalah orang yang jauh dari dosa. Apakah mereka juga yakin bahwa mereka adalah calon penghuni surga yang mampu mengalahkan kaum gay dan lesbian.
Individu “normal” seolah lupa bahwa dosa, surga, dan neraka adalah urusan Tuhan. Kita tidak dapat mengklaim diri kita akan masuk surga, sedangkan mereka dijamin masuk neraka. Inilah yang patut menjadi bahan pembicaraan.
Justru orang-orang yang tidak bersimpati dengan gay dan lesbian adalah orang-orang yang tidak bermoral. Mereka telah membiarkan saudaranya terus terjerumus dalam “perilaku negatif” tanpa berupaya untuk mengubah kondisi mereka. Dan bahkan, mereka dengan sengaja mengucilkan mereka dari “lingkungan sosial yang normal”.
Sedikit tulisan ini mudah-mudahan dapat membuka mata hati kelompok “normalis” agar lebih bijak dalam memandang dan menyikapi keberadaan kaum gay dan lesbian. Satu yang pasti, tidak ada manusia di bumi ini yang ingin lahir menjadi gay dan lesbian.

Referensi:
Dede Oetomo, “Homoseksualitas di Indonesia”, dalam  Prisma, edisi 7, bulan Juli 1991, LP3ES, Jakarta
Joseph M. Carrier, The Many Face of Homosexuality: Anthropological Approaches to Homosexual Behavior, Harrington Park, New York & London, 1986
Soebroto Mardiatmaja SJ, “Ajaran Gereja Katolik Mengenai Seks”, dalam Prisma, edisi 7, Juli 1991
www.nanang-martono.blog.unsoed.ac.id

4 Alasan Pria Berumur Lebih Seksi

4 Alasan Pria Berumur Lebih Seksi. Waspadalah jika Anda pria lajang berumur kurang dari 35 tahun. Karena sekarang bukan hanya pria-pria berparas tampan atau pria-pria kaya yang menjadi saingan terberat Anda mendapatkan wanita. Namun pria-pria berumur yang mungkin lebih pantas Anda sebut sebagai “Ayah”.
Pria berumur Lebih Seksi
Beberapa wanita memang memiliki “kegemaran” khusus akan tipe pria “berumur”. Keberhasilan membuat pria tipe ini jatuh hati dan rela memberikan komitmennya, menjadi prestasi tersendiri. Ini dia 4 alasan mengapa di mata wanita, “pria berumur” bisa terlihat sangat seksi.
1. Pria Berumur Lebih Percaya Diri
Tidak ada yang lebih menarik dari pria yang yakin akan dirinya. Tenang saat bertindak dan saat membuat keputusan-keputusan. Wanita pun bisa terperangkap dalam kekaguman. Apalagi jika intensitas pertemuan dilanjutkan. Wanita yang secara naluri selalu membutuhkan keamanan akan merasa lebih nyaman dengan kehadiran pria yang bisa diandalkan.
2. Pria Berumur Lebih Dewasa
Saat pria muda bingung menangani kekasih wanitanya yang sedang ngambek, pria berumur tidak akan menghadapi kasus semacam itu. Aura kedewasaan merekalah yang seringkali membuat wanita merasa perlu mengimbangi pasangannya, dengan berusaha bersikap lebih dewasa dan rasional di depannya.
3. Pria Berumur Lebih Pengertian
Karena emosi yang sudah lebih stabil, pria berumur tidak akan meledak marah saat kekasihnya yang jauh lebih muda mendadak membatalkan janji kencan.Mereka seakan memahami bahwa kekasihnya memang masih muda, jadi segala kesalaan seakan dimaafkan begitu saja. Atau mungkin karena mereka merasa sebagai pihak yang jauh lebih dewasa. Karenanya tidak pantas mengkoreksi kesalahan pasangan mudanya dengan cara kasar. Wanita sangat menyukai pengertian semacam ini.
4. Pria Berumur Lebih Mandiri
Wanita tidak perlu menjalani hubungan yang kompleks bersama pria yang jauh lebih dewasa. Pria tipe ini cenderung sudah stabil dan mandiri, dari segi mental maupun segi materi. Pengalaman hidup membuat pria dewasa lebih bisa mengatasi masalahnya sendiri. Bagi mereka, memiliki pasanganpun hanya seperti kebutuhan yang membuat hidup lebih lengkap. Dengan demikian, tuntutan untuk wanita lebih partisipatif dalam memelihara hubungantersebut pun berkurang. Kondisi ini tidak akan sama halnya seperti jka memiliki pasangan berumur sama atau lebih tua beberapa tahun. Pasangan muda, selalu membutuhkan dua belah pihak untuk menjaga hubungan tetap bertahan. Bahkan tanggung jawab bisa menjadi lebih berat ke pihak wanita, begitu perikahan dimulai. Wanita akan dihadapkan pada pilihan: tetap bekerja sambil mengurus keluarga atau mengorbankan karier untuk keluarga ? Bagi banyak wanita pilihan ini sangat berat.

Bank Soal Sosiologi; Ujian Sekolah (2015)

Bank Soal Mata Pelajaran Sosiologi. Materi Ujian Sekolah untuk Kelas XII Program IPS Kurikulum KTSP. Jumlah Soal 50 Pilihan Ganda (PG) dan Kunci Jawaban.

1. Perhatikan pernyataan berikut!
1) Relokasi pedagang kaki lima dapat diterima setelah gubernur menjelaskan tujuan dan manfaat relokasi.
2) Meningkatnya tindak kriminalitas di daerah perkotaan menganggu keteraturan sosial.
3) Sebuah desa mengalami kerusakan akibat terkena awan panas letusan gunung api.
4) Masyarakat berbondong-bondong melayat ketika ada tetangganya meninggal dunia.
5) Teknologi telekomunikasi terbaru sangat efisien dan tepat guna.
Objek kajian sosiologi ditunjukkan oleh pernyataan nomor ….
A. 1), 2), dan 3)
B. 1), 2), dan 4)
C. 1), 3), dan 5)
D. 2), 4), dan 5)
E. 3), 4), dan 5)
2. Tawuran pelajar merupakan permasalahan sosial yang sering terjadi. Upaya tepat mengatasi permasalahan sosial tersebut adalah ….
A. membatasi waktu bermain anak
B. mengontrol jadwal kegiatan anak
C. menanamkan nilai dan norma sosial
D. mengawasi perilaku siswa di sekolah
E. memberikan pekerjaan rumah kepada siswa
3. Membawa buah tangan atau oleh-oleh setelah bepergian merupakan bagian dari tradisi masyarakat di Indonesia. Perilaku sosial pada contoh tersebut berdasarkan norma ….
A. hukum
B. agama
C. kesusilaan
D. kebiasaan
E. kesopanan
4. Kegiatan pembelajaran dapat berjalan lancar dan siswa berperilaku sopan dan tertib. Hubungan antara keteraturan sosial dan tata tertib sekolah adalah ….
A. keteraturan sosial menciptakan aturan baru
B. peraturan wajib dilaksanakan oleh siswa
C. tata tertib dibuat agar tercipta keteraturan
D. tindakan setiap siswa dan guru akan membentuk keteraturan sosial
E. tata tertib sekolah berkembang sesuai perkembangan zaman
5. Agung telah menyelesaikan pendidikan SMA. Melalui bimbingan konseling, Agung disarankan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Agung lalu melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi dengan mengambil jurusan sosiologi. Kegiatan di atas termasuk tipe sosialisasi….
A. formal
B. primer
C. represif
D. nonformal
E. partisipatoris
6. Beberapa Polwan melakukan sosialisasi tentang pelecehan seksual terhadap anak. Sosialisasi dilakukan di hadapan orang tua, guru, dan siswa. Tujuan sosialisasi yang dilakukan oleh beberapa polwan adalah ….
A. mengajarkan pendidikan yang sesuai dengan umur anak
B. membentuk kepribadian anak sesuai nilai dan norma sosial
C. membantu anak agar dapat beradaptasi dalam lingkungan sekolah dan masyarakat
D. mengembangkan sikap waspada orang tua, guru, dan siswa terhadap pelecehan seksual
E. mengarahkan orang tua dan guru dalam mendidik anak sehingga anak terhindar dari kekerasan
7. Hananda dan Cintami merupakan sahabat karib yang tinggal di kota berbeda. Meskipun demikian, keduanya sering berbicara menggunakan bahasa skype yang terdapat di notebooknya. Ciri menonjol dalam interaksi sosial tersebut adalah ….
A. adanya teknologi komunikasi modern yang dapat menembus ruang dan waktu
B. terjadi komunikasi dan kontak sosial tidak langsung
C. adanya tujuan yang ingin dicapai oleh salah satu pihak
D. simbol komunikasi dipahami satu pihak saja
E. terjadi komunikasi melalui kontak sosial langsung
8. Perang antarnegara menyebabkan banyak orang kehilangan harta benda dan mengalami luka-luka. Berbagai lembaga sosial berusaha membantu para korban perang. Faktor yang memengaruhi interaksi sosial antara korban perang dan lembaga sosial adalah ….
A. imitasi
B. empati
C. simpati
D. sugesti
E. motivasi
9. Perhatikan pernyataan berikut!
1) Kedua pemimpin perusahaan saling berjabat tangan setelah menandatangani perjanjian kerja sama.
2) Jono dan Difa yang berasal dari suku bangsa berbeda dipersatukan dalam pernikahan.
3) Kedua pemilik took saling bersaing untuk mendapatkan pelanggan.
4) Tawuran antara dua kelompok pelajar disebabkan oleh kesalahpahaman.
5) Seorang ibu menawar harga pakaian di pasar.
Proses asosiatif dalam interaksi sosial ditunjukkan oleh pernyataan nomor ….
A. 1), 2), dan 3)
B. 1), 2), dan 5)
C. 1), 4), dan 5)
D. 2), 4), dan 5)
E. 3), 4), dan 5)
10. Akibat kurangnya kesadaran warga melaksanakan ronda malam, terjadi pencurian dan perampokan selama tiga malam berturut-turut. Kondisi tersebut menunjukkan terjadinya perilaku menyimpang yang disebabkan oleh….
A. sosialisasi subkebudayaan menyimpang
B. lemahnya pengendalian sosial
C. adanya asosiasi diferensiasi
D. sosialisasi tidak sempurna
E. dorongan ekonomi

Demikian naskah soal untuk Ujian Sekolah Kelas XII mata pelajaran Sosiologi tahun 2015. Jika memerlukan soal selengkapnya, silahkan klik link download dibawah ini. Jumlah soal keseluruhan 50 pilihan ganda dan kunci jawabannya. Jenis file, microsoft word (*doc) dapat diedit sesuai kebutuhan. Salam edukasi.

www.com

 

© 2015 | Fahdisjro El Besra. All rights resevered. Template by Templateism

Back To Top