Ads Top

https://play.google.com/store/apps/developer?id=Bung%20Fahdisjro&hl=in

Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Dalam Kondisi Pandemi Covid-19


Indonesia termasuk salah satu negara di dunia yang masih terdampak Covid-19. Satuan pendidikan yang berada di daerah zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan Belajar dari Rumah (BDR) sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease 2019.


Proses BDR ini tentunya dilakukan dengan berorientasi kepada kepentingan peserta didik. Pendiidk harus memastikan seluruh peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, menantang dan sesuai kemampuan peserta didik. Pendidik dan orang tua pun harus berkolaborasi menciptakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang dapat menjadi pilihan pendidik dalam melaksanakan BDR yaitu model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL).


Model ini memberikan kesempatan kepada pendidik untuk merancang proses pembelajaran yang dibangun dari permasalahan nyata (kontekstual) sehingga memberikan tantangan bagi peserta didik untuk dipecahkan dan memberikan pengalaman belajar berdasarkan konsep yang dibangun serta dari produk yang dihasilkan dalam proses pembelajaran berbasis proyek. Permasalahan kontekstual yang diangkat tentunya disesuaikan dengan permasalahan yang ditemui peserta didik di sekitar lingkungan rumahnya. Hal ini akan memudahkan peserta didik, dan orang tua berkolaborasi dalam menyelesaikan proyek yang diberikan. Pemanfaatan teknologi dalam penerapan model pembelajaran berbasis proyek ini dapat disesuaikan dengan ketersediaan dan kemampuan peserta didik masing-masing.


Apa Model Pembelajaran Berbasis Proyek?

Project-based Learning merupakan model pembelajaran yang melibatkan keaktifan peserta didik dalam memecahkan masalah. Dilakukan secara berkelompok/mandiri melalui tahapan ilmiah dengan batasan waktu tertentu yang dituangkan dalam sebuah produk untuk selanjutnya dipresentasikan kepada orang lain.


Tahapan Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek

Belajar Dari Rumah (BDR) dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek dapat dilaksanakan dengan memadukan pembelajaran tatap maya sinkronus dan asinkronus. Peserta didik dapat melakukan pembelajaran secara mandiri ataupun kolaboratif di rumah masing-masing.



Aktivitas Pendidik

1. Pengenalan Masalah

Pendidik memunculkan pertanyaan (driving question) terkait permasalahan nyata (kehidupan sehari-hari). Pendidik dapat memberikan contoh kasus/gambar/video tentang permasalahan kehidupan sehari-hari untuk memunculkan pertanyaan. Selanjutnya mendokumentasikan seluruh pertanyaan yang disampaikan peserta didik sebagai hasil pada sintaks 1.

2. Mendesain Perencanaan Proyek

Pendidik membagi kelompok dan menjelaskan tugas-serta peran masing-masing anggota kelompok. Membimbing masing-masing kelompok dalam berdiskusi merancang perencanaan proyeknya.

3. Menyusun Jadwal Proyek

Pendidik bersama peserta didik membuat kesepakatan tentang jadwal pembuatan proyek (tahapan-tahapan dan waktu pelaksanaannya)

4. Pelaksanaan dan Monitoring Proyek

Pendidik memantau dan memonitor pelaksanaan proyek peserta didik dapat melalui: WhatsApp Grup, Facebook, Kelas Maya, Rubrik, Google Classroom, dan lain-lain.

5. Menguji Hasil (Presentasi)

Pendidik memberikan penguatan terhadap hasil presentasi setiap kelompok.

6. Evaluasi Dan Refleksi

Pendidik mengukur pemahaman (ketercapaian indikator). Evaluasi dilakukan dengan melihat aktivitas, sikap, hasil proyek, dan pemahaman (kuis). Penguatan konsep dari pendidik berupa review terhadap masing-masing hasil kelompok, rangkuman atau kesimpulan. Jika ada pemahaman konsep yang kurang tepat atau ada konsep baru maka pendidik meluruskan /memberikan penjelasan konsep.


Aktivitas Peserta Didik Pengenalan Masalah

1. Berfikir kritis, mengasosiasi (mengubungkan keterkaitan fenomena alam dengan topik yang dibahas), komunikasi, kreatif.

2. Mendesain Perencanaan Proyek

Peserta didik mencari referensi materi atau sumber belajar. Daring: Rumah Belajar, Youtube, e-book, dan lain-lain. Luring: Buku paket siswa, perpustakaan, wawancara, dan lain-lain. Secara berkelompok peserta didik menyusun rancangan proyek yaitu langkahlangkah yang akan dilakukan, bahan, alat, tempat, dan lainlain. Selanjutnya mengumpulkan dokumen rancangan proyek.

3. Menyusun Jadwal Proyek

Peserta didik dalam kelompok menyusun jadwal proyek sebagai acuan dalam langkah-langkah pelaksanaan

proyek.

4. Pelaksanaan dan Monitoring Proyek

Peserta didik melaksanakan proyek secara mandiri dan kolaboratif dalam kelompok (di luar kelas tatap muka/tatap maya). Peserta didik diberikan Lembar Kerja sebagai panduan mengerjakan proyek. Peserta didik mendokumentasikan setiap tahapan pelaksanaan proyek (foto, video, dan catatan). Seluruh dokumentasi aktivitas peserta didik dijadikan sebagai hasil pada sintaks ini.

5. Menguji Hasil (Presentasi)

Peserta didik menyajikan dan menyampaikan hasil pelaksanan proyek. Peserta didik memberikan tanggapan,

pertanyaan atau masukan saran dari hasil presentasi kelompok lain. Peserta didik mendapatkan pendalaman

pemahaman konsep saat memperoleh informasi dari hasil presentasi kelompok lain.

6. Evaluasi Dan Refl eksi

Peserta didik memaparkan laporan, peserta didik yang lain memberikan tanggapan, dan bersama guru menyimpulkan hasil proyek.


Evaluasi

Evaluasi yang dilakukan terdiri dari:

1. Evaluasi pelaksanaan proses kegiatan pembelajaran dari rumah dengan model pembelajaran berbasis proyek. Evaluasi ini dilakukan untuk melihat kekurangan dan hal-hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan proses pembelajaran selanjutnya.

2. Evaluasi ketercapaian kompetensi peserta didik berdasarkan aktivitas peserta didik baik secara individu maupun kelompok selama mengerjakan proyek dan hasil proyek (produk) peserta didik.


Peran Sekolah

1. Berkoordinasi dengan pendidik tentang materi/konten, strategi dan metode serta perangkat TIK yang tepat dalam penerapan model pembelajaran berbasis proyek

2. Memastikan pendidik untuk tetap mengikuti kurikulum, kebijakan atau panduan yang ada


Peran Orang Tua

1. Memberi pendampingan saat peserta didik belajar dari rumah.

2. Memberi dukungan piranti teknologi yang digunakan (disesuaikan dengan ketersediaan perangkat TIK di

rumah).

3. Memotivasi peserta didik untuk tetap bersemangat mengikuti proses belajar dari rumah.

4. Berkomunikasi dengan pendidik/pihak sekolah jika mengalami kendala selama proses belajar dari rumah.


Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan BDR dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek diantaranya yaitu:

1. pemberian proyek berkaitan dengan permasalahan yang terjadi di sekitar rumah.

2. pemberian proyek didasarkan pada ketersediaan bahan baku di sekitar rumah.

3. pemberian proyek mempertimbangkan ketersediaan perangkat TIK di rumah peserta didik.


Contoh RPP daring dengan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL)

Sumber Referensi: https://belajar.kemdikbud.go.id/bdr/

Powered by Blogger.